BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Requires less crude oil during production than plastics

2023-11-15

Plastik adalah salah satu bahan pengemas yang paling umum digunakan dalam industri saat ini. Namun, terdapat kekhawatiran yang tumbuh tentang dampak negatif produksi plastik terhadap lingkungan, terutama dalam hal pemakaian minyak mentah yang tinggi dalam proses produksinya. Namun, ada satu bahan pengemas yang dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan membutuhkan lebih sedikit minyak mentah dalam proses produksinya, yaitu kertas.

Kertas adalah bahan pengemas yang telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai aplikasi. Bahan ini terbuat dari serat tumbuhan seperti kayu, jerami, atau tanaman lainnya yang dapat diperbaharui. Selama proses produksinya, kertas memang memerlukan energi dan air, tetapi tidak sebanyak yang dibutuhkan oleh plastik.

Salah satu alasan utama mengapa kertas memerlukan lebih sedikit minyak mentah dalam produksinya adalah karena proses pembuatannya yang lebih sederhana. Plastik memerlukan bahan baku seperti etilena dan propilena yang berasal dari minyak mentah. Proses ini melibatkan tahapan yang kompleks dan menggunakan teknologi canggih untuk mengubah minyak mentah menjadi polimer plastik.

Di sisi lain, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kertas relatif lebih sederhana. Pohon atau tanaman ditebang kemudian diolah menjadi pulp atau bubur kayu. Pulp kemudian digunakan untuk membuat kertas dengan beberapa tahap sederhana seperti pemurnian, pencampuran, pemadatan, dan pengeringan. Dalam hal ini, produksi kertas jauh lebih sederhana dan tidak memerlukan banyak tahap seperti yang dilakukan oleh industri plastik.

Selain itu, kertas juga memiliki siklus hidup yang lebih baik dibandingkan dengan plastik dalam hal penguraian dan daur ulang. Plastik memiliki waktu penguraian yang sangat lama, bahkan beberapa jenis plastik dapat membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah plastik yang rendah dalam lingkungan. Di sisi lain, kertas merupakan bahan yang dapat diurai dengan cepat oleh organisme pengurai alami seperti bakteri dan jamur. Jika dibuang dengan benar, kertas dapat terurai dalam waktu yang relatif singkat, yang berarti dampak lingkungannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan plastik.

Selain penggunaan minyak mentah yang rendah dan sifat daur ulang yang lebih baik, kertas juga memiliki kelebihan lain dalam hal keamanan dan kesehatan. Banyak jenis plastik mengandung bahan kimia berbahaya seperti bisfenol A (BPA) dan ftalat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Kertas pada umumnya bebas dari bahan kimia berbahaya ini, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan lebih tidak berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

Namun, meskipun kertas memiliki kelebihan-kelebihan ini, masih ada tantangan dalam penggunaannya sebagai bahan pengemas yang sepenuhnya menggantikan plastik. Salah satu tantangan utama adalah ketahanan kertas terhadap air dan kelembaban. Sebagian besar kemasan plastik, terutama yang digunakan untuk makanan dan minuman, tahan terhadap air dan dapat mencegah kebocoran. Di sisi lain, kertas memiliki kelemahan dalam hal ini, dan memerlukan lapisan tambahan seperti plastik atau lilin untuk menghindari masalah kebocoran.

Dalam kesimpulannya, kertas adalah salah satu bahan pengemas yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik. Proses produksinya memerlukan lebih sedikit minyak mentah dibandingkan dengan plastik, memiliki siklus hidup yang lebih baik, dan lebih aman untuk kesehatan. Namun, penggunaan kertas sebagai pengemas masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketahanan terhadap air. Mendorong penggunaan kertas sebagai alternatif untuk plastik adalah langkah yang positif dalam upaya menjaga keberlanjutan dan melindungi lingkungan.