BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Types of biodegradable plastic pdf

2023-11-17

Jenis-Jenis Plastik Buangan Terurai Secara Alami (Biodegradable Plastic)

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi hal yang biasa. secara tidak sadar, kita semua telah berkontribusi terhadap masalah lingkungan akibat penggunaan berlebihan plastik. Untuk mengurangi dampak negatif plastik terhadap kehidupan kita dan lingkungan, saat ini telah dikembangkan plastik yang dapat terurai secara alami atau dikenal sebagai plastik biodegradable.

Plastik biodegradable adalah jenis plastik yang dapat diurai secara alami oleh organisme hidup seperti bakteri dan jamur dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan plastik konvensional, plastik biodegradable tidak menumpuk di lingkungan untuk waktu yang lama dan dapat mengurangi dampak negatif terhadap kehidupan laut serta alam sekitar.

Berikut ini adalah beberapa jenis plastik biodegradable yang telah dikembangkan:

1. Polimer alifatik

Polimer alifatik adalah salah satu jenis plastik biodegradable yang paling umum. Bahan dasar plastik ini terbuat dari polihidroksialkanoat (PHA) atau polihidroksibutyrat (PHB) yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri. Polimer alifatik ini dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti bakteri dalam kurun waktu beberapa tahun.

Keuntungan polimer alifatik adalah bahan dasarnya berasal dari sumber alami seperti tumbuhan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon dioksida.

2. Plastik polilaktat (PLA)

PLA adalah jenis plastik biodegradable yang berasal dari sumber alami, seperti jagung dan pati. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi bahan baku menjadi asam laktat yang kemudian diubah menjadi polimer PLA. PLA dapat terurai secara alami melalui proses pembusukan mikroba dalam kurun waktu 6 bulan hingga 2 tahun tergantung pada kondisi lingkungan.

PLA memiliki kelebihan seperti kemampuan membentuk produk dengan sifat fisik yang mirip dengan plastik konvensional, dapat digunakan dalam proses produksi massal, dan memiliki kekuatan yang cukup baik. Namun, PLA juga memiliki kekurangan dalam hal sifat termalnya yang rendah dan kurang tahan terhadap panas.

3. Polimer polibutirat (PBO)

PBO adalah jenis plastik biodegradable yang terbuat dari bahan dasar nabati seperti tumbuhan. Polimer ini dapat terurai secara alami melalui proses pembusukan mikroba dan menghasilkan karbon dioksida dan air dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan.

Kelebihan PBO adalah memiliki sifat mekanik yang baik dan daya tahan terhadap panas yang tinggi. Selain itu, PBO juga dapat menggantikan plastik konvensional dalam beberapa aplikasi, seperti wadah makanan dan kemasan.

4. Polimer polibutilen suksinat (PBS)

PBS adalah jenis plastik biodegradable yang dapat menghasilkan karbon dioksida, air, dan biomassa melalui proses dekomposisi mikroba dalam waktu sekitar 3 bulan hingga 2 tahun. PBS dibuat melalui reaksi polibutilen glikol dengan asam suksinat.

PBS memiliki kelebihan dalam sifat mekaniknya, kekerasan yang tinggi, dan tahan terhadap sinar ultraviolet. Plastik ini juga dapat diproses menggunakan metode yang sama dengan plastik konvensional.

5. Polimer poliester alifatik

Poliester alifatik adalah jenis plastik biodegradable yang terbuat dari bahan dasar seperti asam polilaktat (PLA), asam poliglikolat (PGA), dan poli(beta-hidroksiasetat) (PHA). Jenis plastik ini dapat terurai secara alami melalui proses degradasi enzim dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun.

Keuntungan poliester alifatik adalah memiliki sifat fisik yang mirip dengan plastik konvensional dan dapat digunakan dalam proses produksi yang sama. Plastik ini juga memiliki sifat penghalang yang baik terhadap oksigen, air, dan lemak.

Dalam pengembangan dan penggunaan plastik biodegradable, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kondisi lingkungan tempat plastik akan terurai. Proses terurai plastik biodegradable biasanya membutuhkan lingkungan yang memiliki suhu dan kelembaban yang tepat serta keberadaan mikroorganisme pengurai.

Selain itu, penggunaan plastik biodegradable juga harus diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik. Plastik biodegradable yang terbuang di tempat pembuangan akhir yang tidak sesuai dapat menyebabkan polusi lingkungan dan mengurangi efisiensi proses biodegradasi.

Dalam era yang semakin sadar akan lingkungan, penggunaan plastik biodegradable menjadi pilihan yang baik dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan pengembangan teknologi yang terus berlanjut, diharapkan jenis-jenis plastik biodegradable ini dapat digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.