BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

United Nations Framework Convention on Climate Change

2023-11-17

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) merupakan sebuah perjanjian global yang ditandatangani pada tahun 1992 dengan tujuan utama untuk mengatasi perubahan iklim. Perjanjian ini dibuat dalam rangka meningkatkan kerjasama internasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi dampak perubahan iklim yang sudah terjadi maupun yang akan datang.

UNFCCC didirikan sebagai respons terhadap kekhawatiran dunia internasional akan perubahan iklim yang semakin menjadi masalah global. Perjanjian ini mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil di sektor energi, industri, transportasi, pertanian, dan deforestasi.

Salah satu hasil utama dari UNFCCC adalah Penilaian Ilmiah Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). IPCC telah memberikan laporan dan rekomendasi mengenai perubahan iklim berdasarkan penelitian dan analisis ilmiah oleh ribuan ilmuwan dari seluruh dunia. Laporan IPCC menjadi acuan penting bagi negara-negara anggota UNFCCC dalam menyusun kebijakan dan tindakan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

UNFCCC juga mendorong negara-negara anggota untuk menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca yang sesuai dengan situasi dan kapasitas masing-masing. Target ini disebut dengan NDCs (Nationally Determined Contributions) atau Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional. NDCs diharapkan dapat mempengaruhi kebijakan nasional dalam rangka meningkatkan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Selain itu, UNFCCC juga memfasilitasi pertemuan tahunan yang dikenal sebagai Conference of the Parties (COP). Pertemuan ini dihadiri oleh negara-negara anggota dan pihak-pihak terkait untuk membahas dan mengadopsi keputusan dalam rangka mengimplementasikan perjanjian ini. COP biasanya dihadiri oleh perwakilan pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan perwakilan industri yang tertarik dan terlibat dalam isu perubahan iklim.

Perjanjian ini juga mencakup mekanisme keuangan dan transfer teknologi untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengatasi perubahan iklim. Mekanisme ini bertujuan untuk membantu negara-negara yang memiliki keterbatasan finansial dan teknologi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca serta memperkuat kapasitas adaptasi mereka. Mekanisme keuangan dan teknologi ini juga mencakup pendanaan dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

UNFCCC kemudian memperoleh sebuah protokol penting yang dikenal sebagai Protokol Kyoto pada tahun 1997. Protokol ini mewajibkan negara-negara maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 5,2% dari level tahun 1990 pada masa perjanjian yang berlangsung dari tahun 2008 hingga 2012. Protokol Kyoto memberikan target spesifik dan jangka waktu tertentu bagi negara-negara maju dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, sementara negara-negara berkembang hanya diharapkan membuat NDCs yang bersifat sukarela.

Sejak Protokol Kyoto, UNFCCC telah mengalami perkembangan yang signifikan termasuk adopsi Perjanjian Paris pada tahun 2015. Perjanjian ini dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya internasional dalam menghadapi perubahan iklim. Perjanjian Paris menetapkan tujuan global untuk membatasi peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celsius dan berupaya untuk membatasinya di bawah 1,5 derajat Celsius dibandingkan dengan tahun pra-industri. Perjanjian ini juga menegaskan pentingnya dukungan keuangan dan teknologi bagi negara-negara berkembang dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi dampak perubahan iklim.

UNFCCC telah menjadi payung hukum dan kerjasama internasional yang penting dalam mengatasi perubahan iklim. Namun, tantangan yang dihadapi masih sangat besar dan perlu dilakukan tindakan lebih lanjut dan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kebijakan dan tindakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus terus ditingkatkan dengan melibatkan semua sektor dan tingkatan masyarakat secara meluas. Dengan kerjasama global dan tindakan yang berkelanjutan, diharapkan perjanjian ini dapat memberikan solusi yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin menjadi ancaman bagi kehidupan di bumi.