BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What are 3 examples of biodegradable plastic?

2023-11-18

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan teknologi juga telah menciptakan plastik yang dapat terurai secara alami, atau yang lebih dikenal sebagai plastik biodegradable. Plastik ini mempunyai potensi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan karena kemampuannya untuk terurai dengan lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga contoh plastik biodegradable yang telah dikembangkan di dunia ini.

1. Poliaktida (PLA) Poliaktida (PLA) adalah salah satu jenis plastik biodegradable yang paling populer saat ini. PLA dibuat dengan menggunakan bahan baku dari tanaman seperti jagung, tebu, singkong, dan biji-bijian lainnya. Proses produksinya melibatkan fermentasi gula dalam bahan baku tersebut menjadi asam laktat, yang kemudian akan diubah menjadi polimer PLA.

PLA digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk kemasan makanan, tas belanja, dan bahkan perlengkapan medis. Keuntungan PLA adalah dapat terurai dengan cepat dalam kondisi kompos, tanah, atau laut yang memadai. Waktu teruraian PLA sekitar 6-12 bulan di kondisi kompos dan sekitar 2-4 tahun di lingkungan laut. Meskipun PLA memiliki potensi yang baik sebagai alternatif plastik, namun biaya produksinya masih cukup tinggi dibandingkan dengan plastik konvensional.

2. Polihidroksialkanoat (PHA) Polihidroksialkanoat (PHA) adalah keluarga plastik biodegradable yang terdiri dari berbagai jenis polimer alami yang diproduksi oleh bakteri. PHA dapat terurai secara alami dan dapat diurai oleh mikroorganisme di dalam air, tanah, dan kompos. Beberapa contoh PHA yang umum digunakan termasuk polihidroksibutirat (PHB), polihidroksivalerat (PHV), dan polihidroksipentanoat (PHP).

Plastik PHA mempunyai potensi yang besar dalam aplikasi berbagai industri, termasuk kemasan makanan, peralatan medis, serta produk-produk konsumen seperti alat tulis dan pakaian. Bahan baku PHA meliputi minyak nabati, pati, dan limbah industri seperti limbah pertanian dan limbah makanan.

3. Polibutilenadipat tereftalat (PBAT) Polibutilenadipat tereftalat (PBAT) merupakan campuran plastik yang terbuat dari bahan baku fosil minyak bumi serta polimer biodegradable. Ini adalah contoh lain plastik biodegradable yang dapat terurai secara alami dalam kondisi kompos dan tanah. PBAT digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk kemasan makanan, peralatan sekali pakai, dan tas belanja.

Keuntungan utama dari PBAT adalah kemampuannya untuk terurai dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kondisi laboratorium, PBAT dapat terurai dalam waktu 180 hari. Namun, waktu teruraian yang sebenarnya tergantung pada kondisi lingkungan.

Meskipun plastik biodegradable menawarkan solusi yang menarik dalam mengatasi masalah polusi plastik, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah biaya produksi yang masih tinggi dibandingkan dengan plastik konvensional. Selain itu, memerlukan infrastruktur yang memadai untuk pengolahan dan daur ulang plastik biodegradable agar dapat memperoleh manfaat penuh dari sifat biodegradablenya.

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan memilih produk-produk yang lebih ramah lingkungan. Kemajuan dalam teknologi biodegradable plastik memberikan harapan bahwa masa depan kita dapat menjadi lebih berkelanjutan.