BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What are the cons of compostable bags?

2023-11-18

Berkembangnya kesadaran akan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan telah mengarah pada peningkatan penggunaan kantong kompos. Kantong kompos adalah alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada kantong plastik konvensional, yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari lingkungan. Namun, seperti layaknya setiap solusi, kantong kompos juga memiliki beberapa kekurangan. Artikel ini akan membahas beberapa kontra dari penggunaan kantong kompos.

Salah satu kekhawatiran utama dengan kantong kompos adalah biaya produksi yang lebih tinggi. Teknologi yang digunakan untuk membuat kantong kompos lebih mahal daripada produksi kantong plastik konvensional. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kantong kompos, seperti pati jagung, pati kentang, atau bio-plastik, jauh lebih mahal dibandingkan dengan bahan baku plastik konvensional. Sebagai akibatnya, kantong-kantong ini biasanya lebih mahal untuk dibeli oleh konsumen, dan ini menjadi faktor yang mempengaruhi tingginya biaya hidup.

Selain itu, kantong kompos juga memiliki keterbatasan dalam hal kekuatan dan daya tahan. Kantong plastik konvensional biasanya lebih kuat dan tahan lama, sedangkan kantong kompos sering kali tidak sekuat atau tahan lama. Ini bisa menjadi kendala ketika kantong digunakan untuk membawa barang-barang berat atau tajam, di mana kantong kompos mungkin rentan terhadap robek atau pecah. Kekuatan dan daya tahan yang lebih rendah ini dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kantong yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu, sehingga berpotensi meningkatkan dampak lingkungan secara keseluruhan, terutama jika kantong-kantong ini tidak diolah dengan benar.

Selain itu, masalah umum lainnya dengan kantong kompos adalah ketidakpastian dalam proses pengomposan. Meskipun kantong-kantong ini dirancang untuk terurai dalam waktu tertentu dan secara alami menjadi kompos, proses pengomposan dapat menjadi tidak menentu dan membutuhkan kondisi tertentu. Ketika kantong kompos yang benar-benar terurai dicampur dengan sampah yang tidak dapat terurai, seperti plastik, dapat menyebabkan kontaminasi kantong kompos dan menghambat atau menghentikan proses penguraian. Akibatnya, kantong-kantong ini mungkin tidak benar-benar terurai dan menghasilkan limbah yang tidak diinginkan di tempat tumpuan sampah atau fasilitas kompos.

Selanjutnya, meskipun kantong kompos mereduksi dampak lingkungan dalam hal waktu penguraian, mereka masih memerlukan sumber daya untuk diproduksi. Produksi kantong kompos memerlukan air, energi, dan bahan baku organik. Meskipun bahan-bahan ini mungkin bersifat terbarukan dan lebih ramah lingkungan daripada bahan baku plastik konvensional, tetap ada konsumsi sumber daya yang terkait dengan produksi mereka. Oleh karena itu, dampak lingkungan negatif dalam hal penggunaan sumber daya masih ada, meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Terakhir, masalah yang sering ditemui dengan kantong kompos adalah kurangnya infrastruktur yang memadai untuk memproses dan mendaur ulang mereka dengan benar. Meskipun kantong kompos dirancang untuk terurai secara alami, tidak semua komunitas memiliki fasilitas pengomposan yang memadai. Sebagai hasilnya, ini dapat menyebabkan penumpukan kantong kompos di tempat pembuangan sampah atau penggundulan mereka sebagai sampah biasa, yang menciptakan lebih banyak limbah dan mengabaikan manfaat potensial dari penggunaan kantong kompos.

Dalam kesimpulannya, kantong kompos memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Biaya produksi yang lebih tinggi, kekuatan dan daya tahan yang lebih rendah, ketidakpastian dalam proses pengomposan, konsumsi sumber daya yang tetap ada, dan kurangnya infrastruktur pengolahan yang memadai menjadi beberapa punca utama. Meskipun mereka merupakan alternatif yang lebih baik daripada plastik konvensional, penting untuk memahami dan mempertimbangkan kontra-kontra ini sebelum mengadopsi penggunaan kantong kompos.