BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What are the different types of biodegradable plastics?

2023-11-19

Plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius di seluruh dunia. Plastik konvensional yang digunakan secara luas memiliki masa hidup yang sangat lama dan cenderung menumpuk di daratan dan lautan. Sebagai solusi untuk mengurangi dampak negatif dari plastik konvensional, para ilmuwan dan peneliti telah mengembangkan plastik biodegradable yang dapat diurai secara alami oleh mikroorganisme.

Plastik biodegradable adalah jenis plastik yang dapat diuraikan oleh organisme hidup melalui proses biologi atau kimia. Proses penguraian ini terjadi karena adanya enzim yang dapat memecah ikatan kimia dalam plastik tersebut. Plastik biodegradable memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan sumber bahan baku dan mekanisme dekomposisi. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa jenis plastik biodegradable yang paling umum digunakan.

1. Plastik Berbasis Alam

Plastik berbasis alam atau natural-based plastic adalah plastik yang bahan bakunya berasal dari sumber alam seperti pati, gulma laut, dan serat tumbuhan. Plastik ini dihasilkan melalui proses fermentasi dan polimerisasi. Keuntungan utama dari plastik berbasis alam adalah sumbernya yang terbarukan dan dapat ditanam kembali. Beberapa contoh plastik berbasis alam yang populer adalah polihidroksialkanoat (PHA) dan polilaktat (PLA). PHA terbuat dari minyak nabati dan memiliki kemampuan dekomposisi yang tinggi, sementara PLA dibuat dari pati jagung dan memiliki sifat mekanik yang mirip dengan plastik konvensional.

2. Plastik Okso-Degradable

Plastik okso-degradable adalah jenis plastik konvensional yang telah ditambahkan dengan bahan oksidasi seperti logam berat atau pengoksidasi organik. Bahan tambahan ini bertujuan untuk mempercepat proses oksidasi dan degradasi plastik. Plastik okso-degradable dapat diuraikan menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil melalui oksidasi oleh sinar matahari, panas, dan udara. Namun, perlu diingat bahwa plastik okso-degradable masih meninggalkan residu mikroplastik yang lebih sulit diuraikan secara alami.

3. Plastik Biologis

Plastik biologis adalah plastik yang dihasilkan dari mikroorganisme melalui proses fermentasi. Plastik ini umumnya terbuat dari minyak nabati atau biomassa lainnya. Bahan baku yang digunakan dalam produksi plastik biologis seringkali dapat didaur ulang atau ditanam kembali. Contoh plastik biologis yang populer adalah poli-beta-hidroksi-butirat (PHB) dan poli-beta-hidroksi-valerat (PHV). Kedua jenis plastik tersebut memiliki tingkat kestabilan yang tinggi dan diuraikan secara alamiah oleh bakteri dalam kondisi tertentu.

4. Plastik Berbasis Sodium Polyaspartate

Plastik berbasis sodium polyaspartate adalah plastik yang terbuat dari biji-bijian yang diubah menjadi polimer menggunakan teknologi fermentasi. Plastik ini memiliki kekuatan mekanik yang baik dan dapat diuraikan di dalam air. Sodium polyaspartate tidak meninggalkan residu berbahaya dan tidak beracun sehingga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk botol air, peralatan makanan, dan pembungkus makanan.

5. Plastik Berbasis Poliester

Plastik berbasis poliester adalah plastik yang terbuat dari minyak nabati atau produk sampingan industri pertanian. Plastik ini memiliki sifat transparan, elastisitas yang baik, dan mudah diuraikan dalam kondisi tertentu. Poliester biodegradable yang sering digunakan adalah poliester alkanoat, seperti polybutylene succinate (PBS) dan polybutylene succinate-co-adipate (PBSA). Keuntungan menggunakan plastik berbasis poliester adalah potensinya untuk meningkatkan kualitas tanah melalui pelepasan nutrisi ke tanah ketika terurai.

Plastik biodegradable menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi limbah plastik dan menekan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan menggunakan jenis plastik yang tepat, kita dapat membantu menjaga ekosistem dan mengurangi polusi plastik. Namun, penting untuk dicatat bahwa plastik biodegradable juga memerlukan perlakuan khusus agar dapat diuraikan dengan benar. Oleh karena itu, pendidikan dan kesadaran publik tentang penggunaan plastik biodegradable serta sistem pengelolaan limbah yang efektif juga sangat penting untuk mencapai tujuan ini.