BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What are the disadvantages of oxo-biodegradable?

2023-11-19

Oxo-biodegradable adalah jenis plastik yang dianggap sebagai solusi terbaru dalam memecahkan masalah limbah plastik di bumi. Namun, seperti halnya dengan segala hal, ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa kerugian penggunaan oxo-biodegradable.

Pertama-tama, meskipun oxo-biodegradable dianggap sebagai alternatif yang ramah lingkungan, tidak ada konsensus ilmiah yang mengakui bahwa produk ini benar-benar benar-benar dapat terdegradasi dengan cepat dan aman. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa oxo-biodegradable hanya mempercepat proses fotodegradasi yang memecah plastik menjadi fragmen kecil, tetapi sisa-sisa tersebut tetap berada di lingkungan dalam bentuk mikroplastik. Mikroplastik ini dapat mencemari tanah, air, dan makhluk hidup di ekosistem, serta berakhir di rantai makanan.

Selain itu, oxo-biodegradable dianggap sebagai alat pembuangan plastik yang bersifat jangka pendek. Ketika plastik dioksigenasi, pembusukan awal mempercepat proses degradasi, yang pada gilirannya mengubah struktur plastik menjadi karbon dioksida, air, dan biomassa. Namun, kenyataannya adalah bahwa proses degradasi oxo-biodegradable membutuhkan kondisi yang sangat ideal, seperti suhu tinggi, kelembaban, dan paparan sinar matahari yang berkepanjangan. Dalam kondisi yang kurang ideal, seperti di tempat pembuangan akhir atau di lautan yang gelap, oxo-biodegradable tidak dapat terdegradasi dengan efektif dan berkontribusi terhadap timbunan sampah.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pembuangan oxo-biodegradable dapat menyebabkan polusi mikroplastik yang lebih besar daripada plastik konvensional. Saat plastik oksigenasi memecah menjadi fragmen yang lebih kecil, sering kali fragmentasi tersebut membentuk mikroplastik yang lebih sulit dikendalikan dan dihilangkan dari lingkungan. Mikroplastik ini dapat merusak sistem ekologi air dan dampak buruk pada kehidupan laut, termasuk menyebabkan kerusakan pada organisme laut dan menyebabkan dampak yang tak terduga pada rantai makanan.

Selanjutnya, penggunaan dan produksi oxo-biodegradable juga bermasalah. Meskipun plastik ini diklaim dapat didaur ulang, realitasnya sangat sulit dan mahal untuk mendaur ulang plastik oksigenasi. Pada saat ini, tidak banyak fasilitas daur ulang yang dapat memproses oxo-biodegradable dengan efektif, dan diketahui bahwa menggabungkan plastik oxo-biodegradable dengan plastik konvensional dalam daur ulang dapat mengurangi kualitas plastik yang dihasilkan. Selain itu, produksi oxo-biodegradable juga membutuhkan tambahan zat kimia, seperti katalisator, untuk memicu proses degradasi. Utilitas bahan kimia ini masih diperdebatkan dan belum sepenuhnya dipahami dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Tidak kalah pentingnya, fokus pada penggunaan oxo-biodegradable juga dapat mengalihkan perhatian dari solusi yang lebih berkelanjutan, seperti pengurangan konsumsi plastik secara keseluruhan. Alih-alih mengandalkan solusi yang hanya mengubah bentuk limbah plastik menjadi bentuk lain yang juga berpotensi merugikan, penting untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih holistik dalam menghadapi masalah limbah plastik. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan plastik sekali pakai dan praktik yang ramah lingkungan adalah kunci untuk mengatasi masalah limbah plastik dalam jangka panjang.

Dalam kesimpulan, oxo-biodegradable, seperti halnya dengan banyak solusi lainnya, memiliki beberapa kerugian yang perlu dipertimbangkan sepenuhnya. Kekhawatiran tentang degradasi yang tidak lengkap, polusi mikroplastik yang lebih besar, serta tantangan dalam penggunaan ulang dan produksi, semuanya merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan oxo-biodegradable. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan komprehensif dalam mengurangi penggunaan plastik dan memerangi masalah limbah plastik secara keseluruhan.