BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Where does PBAT come from?

2023-11-21

PBAT (Polybutylene Adipate Terephthalate) adalah salah satu jenis polimer yang digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengemasan, tekstil, dan produk produk plastik lainnya. PBAT memiliki sifat yang ramah lingkungan dan menjadi alternatif yang menarik untuk plastik konvensional yang sulit terurai.

PBAT dibuat melalui proses polimerisasi campuran tiga monomer yaitu 1,4-Butanediol (BDO), Adipic Acid, dan Terephthalic Acid. Ketiga monomer ini diambil dari bahan baku alami seperti minyak bumi atau sumber nabati seperti jagung, gandum, dan tebu.

Proses pembuatan PBAT dimulai dengan mengambil BDO, yang merupakan bahan dasar utama. BDO dapat diperoleh melalui serangkaian reaksi kimia yang melibatkan hidrogenasi asam succinic. Saat ini, BDO juga bisa diperoleh melalui metode fermentasi bioteknologi menggunakan mikroorganisme tertentu.

Kemudian, adipic acid ditambahkan ke dalam campuran. Adipic acid merupakan bahan kimia yang sangat penting dalam produksi PBAT karena memberikan sifat fleksibilitas dan daya tahan terhadap suhu tinggi pada polimer. Adipic acid dapat dihasilkan dari n-Butane, yang kadang-kadang diperoleh dari minyak bumi, melalui serangkaian reaksi kimia seperti ujung panas, ujung dingin, dan reaksi nukleofilik. Proses ini dijalankan dalam kondisi tertentu dengan bantuan katalisator seperti asam sulfat.

Selanjutnya, terephthalic acid ditambahkan ke dalam campuran. Terephthalic acid adalah bahan kimia yang memberikan sifat kekerasan, kejernihan, dan kekuatan pada PBAT. Terephthalic acid juga dapat diperoleh dari minyak bumi melalui proses oksidasi p-xylene. Katalisator khusus seperti asam dietiloksida digunakan untuk mendukung reaksi ini.

Setelah pembuatan campuran BDO, adipic acid, dan terephthalic acid, langsung dilakukan proses polimeriasi untuk menghasilkan PBAT. Polimerisasi terjadi melalui reaksi esterifikasi antara terephthalic acid dan BDO serta reaksi adisi antara adipic acid dan BDO. Proses ini dijalankan dalam kondisi khusus seperti suhu, tekanan, dan kecepatan campuran yang dikendalikan dengan hati-hati. Biasanya, katalisator titanium diokside digunakan untuk mempercepat proses polimerisasi.

Sesuai dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah ada metode polimerisasi alternatif seperti polimerisasi asam metatesa dan polimerisasi DMT/PTA. Polimerisasi asam metatesa melibatkan reaksi antara ADKA (Adipic Acid Diethyl Ester) dengan BDO untuk menghasilkan PBAT. Sedangkan polimerisasi DMT/PTA melibatkan reaksi antara Dimethyl Terephthalate (DMT) atau Purified Terephthalic Acid (PTA) dengan BDO untuk menghasilkan PBAT. Metode-metode ini juga memberikan hasil yang berkualitas tinggi.

Sekarang, PBAT yang dihasilkan dari proses polimerisasi dikemas dalam bentuk butiran atau pellet yang siap untuk digunakan dalam berbagai aplikasi. Pabrik pengolahan plastik kemudian menggunakan PBAT ini untuk membuat berbagai produk seperti kantong plastik, bahan kemasan makanan, film, dan banyak produk plastik lainnya.

Secara keseluruhan, PBAT merupakan polimer yang dihasilkan melalui proses polimerisasi campuran tiga monomer utama: 1,4-Butanediol (BDO), Adipic Acid, dan Terephthalic Acid. Ketiga monomer ini dapat diperoleh dari bahan baku alami atau minyak bumi. Proses polimerisasi ini melibatkan reaksi kimia yang dikendalikan dengan hati-hati dan menggunakan katalisator khusus. PBAT yang dihasilkan digunakan dalam berbagai aplikasi plastik dan menjadi alternatif ramah lingkungan untuk plastik konvensional.