BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Why are compostable bags bad?

2023-11-21

Mengapa Kantong Kompos adalah Hal yang Buruk?

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang yang sadar akan dampak negatif plastik sekali pakai terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan menggunakan kantong kompos. Kantong kompos adalah jenis kantong yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat diurai secara alami. Meskipun tujuan dari penggunaan kantong kompos adalah baik, namun kenyataannya, ada beberapa alasan mengapa kantong kompos dapat menjadi hal yang buruk.

1. Tidak Terurai dengan Sempurna Salah satu masalah utama dengan kantong kompos adalah bahwa meskipun mereka diklaim dapat diurai secara alami, kenyataannya mereka tidak selalu terurai dengan sempurna. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan pelapukan kantong kompos, seperti suhu, kelembaban, dan jenis mikroorganisme yang ada di lingkungan. Dalam beberapa kasus, kantong kompos dapat membutuhkan waktu yang lama untuk terurai atau bahkan tidak terurai sama sekali.

2. Kontaminasi Lingkungan Saat kantong kompos tidak terurai dengan sempurna, mereka dapat mengkontaminasi lingkungan. Ketika kantong kompos yang tidak terurai dibuang di lahan sampah organik atau terbuang di alam bebas, mereka dapat mencemari air tanah, sungai, dan laut. Kontaminasi ini dapat membahayakan kehidupan tanaman dan hewan di ekosistem tersebut.

3. Memerlukan Suhu Tinggi untuk Pelapukan Pelapukan kantong kompos yang efektif memerlukan suhu yang cukup tinggi. Di sebagian besar sistem kompos konsumen rumah, suhu tidak cukup tinggi untuk memecah kantong kompos dengan cepat. Sebagai hasilnya, kantong kompos mungkin tetap ada dalam tumpukan kompos yang belum matang. Ini menghasilkan sebuah masalah karena kompos yang belum matang sebagian besar tidak memiliki nutrisi yang dapat dikonsumsi oleh tanaman.

4. Rantai Makanan Terkontaminasi Ketika kantong kompos yang tidak terurai mencemari lingkungan, mereka dapat masuk ke dalam rantai makanan. Hewan dapat mengambil kantong kompos yang telah terkontaminasi dengan makanan dan air mereka. Selanjutnya, hewan ini akan dimakan oleh hewan lain, sehingga menciptakan efek domino dalam rantai makanan. Bahan kimia yang ada dalam kantong kompos, seperti pewarna, tinta, dan bahan pengikat, dapat menyebabkan keracunan dalam spesies yang lebih tinggi dalam rantai makanan.

5. Dibuat dari Sumber Daya Alam yang Terbatas Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kantong kompos, seperti pati jagung atau pati kentang, sering kali berasal dari sumber daya alam yang terbatas. Menggunakan sumber daya alam yang terbatas untuk membuat benda sekali pakai dapat dikatakan tidak efisien dan tidak berkelanjutan. Selain itu, proses produksi kantong kompos juga melibatkan penggunaan energi dan air, serta menghasilkan emisi karbon.

Meskipun kantong kompos dijual sebagai solusi yang ramah lingkungan, kenyataannya mereka belum sepenuhnya memenuhi janji tersebut. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan kepada lingkungan dibandingkan dengan kantong plastik sekali pakai konvensional. Sebagai gantinya, penting untuk memprioritaskan pengurangan penggunaan plastik secara keseluruhan dan mencari alternatif yang lebih baik, seperti kantong kain yang tahan lama atau menghindari penggunaan kantong sama sekali dengan membawa tas belanja sendiri.