BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Why is biodegradable plastic bad for the environment?

2023-11-22

Kenapa Plastik Biodegradable Buruk untuk Lingkungan?

Plastik biodegradable adalah jenis plastik yang dianggap lebih baik untuk lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional. Namun, pada kenyataannya, plastik biodegradable tetap memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan. Artikel ini akan menjelaskan mengapa plastik biodegradable sebenarnya buruk untuk lingkungan.

1. Proses Biodegradasi yang Lambat

Salah satu alasan utama mengapa plastik biodegradable buruk untuk lingkungan adalah karena proses biodegradasinya yang lambat. Plastik biodegradable tidak benar-benar terurai dalam waktu yang singkat, seperti yang dapat ditunjukkan oleh namanya. Sebagian besar plastik biodegradable memerlukan kondisi lingkungan yang sangat khusus untuk terurai sepenuhnya, seperti suhu dan kelembaban tertentu. Di banyak tempat di dunia, kondisi tersebut tidak terpenuhi secara alami, sehingga plastik biodegradable yang dibuang akan tetap dalam keadaan yang utuh selama bertahun-tahun, menyebabkan masalah yang serupa dengan plastik konvensional.

2. Pencemaran Mikroplastik

Selain itu, plastik biodegradable juga dapat menyebabkan masalah pencemaran mikroplastik di lingkungan. Ketika plastik biodegradable terurai, ia akan memecah menjadi partikel yang sangat kecil, yang dikenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik dapat menjadi masalah serius karena sangat sulit untuk dihilangkan dari lingkungan dan dapat meresap ke dalam tanah, air, dan makanan. Organisme laut juga bisa memakan mikroplastik, sehingga mengancam keselamatan mereka dan merusak rantai makanan.

3. Penggunaan Sumber Daya Alam yang Tinggi

Pada proses produksinya, plastik biodegradable juga membutuhkan banyak sumber daya alam. Ini termasuk penggunaan air, energi, dan bahan baku seperti minyak bumi. Pada akhirnya, produksi plastik biodegradable dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan karena meningkatnya penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

4. Tidak Daur Ulang dengan Efektif

Plastik biodegradable juga tidak selalu dapat didaur ulang dengan efektif. Beberapa jenis plastik biodegradable tidak kompatibel dengan sistem daur ulang yang ada, dan bahkan jika mereka dapat didaur ulang, proses daur ulang mungkin memerlukan sumber daya dan energi tambahan. Oleh karena itu, banyak plastik biodegradable akhirnya akan berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, meningkatkan emisi karbon dan polusi udara.

5. Kehilangan Habitat

Pembuangan plastik biodegradable yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kehilangan habitat. Ketika limbah plastik biodegradable dibuang di lingkungan, mereka dapat mencemari dan merusak ekosistem alami. Tanaman dan hewan yang mengandalkan habitat tersebut dapat terancam keberadaannya, mengganggu keselarasan ekosistem secara keseluruhan.

6. Kesalahpahaman Konsumen

Terakhir, dampak negatif plastik biodegradable terhadap lingkungan juga berkaitan dengan kesalahpahaman konsumen. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka dapat membuang plastik biodegradable ke lingkungan tanpa peduli dengan dampaknya, karena mereka menganggap bahwa plastik biodegradable akan terurai seiring berjalannya waktu. Ini menyebabkan sikap yang tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan dan pembuangan plastik biodegradable.

Meskipun plastik biodegradable mungkin lebih baik daripada plastik konvensional dalam beberapa aspek, tetap ada dampak negatif yang signifikan yang harus diperhatikan. Penting untuk mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan dan beralih ke bahan-bahan yang dapat terurai dengan mudah dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.