BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Why isn't hemp more widely used? - Quora

2023-11-22

Mengapa Hemp Belum Digunakan secara Luas?

Industri konsumsi bahan alami telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Bahan-bahan seperti bambu, kapas organik, dan kayu daur ulang semakin populer karena sifatnya yang ramah lingkungan. Meskipun banyak produk alami lainnya telah menjadi pilihan bagi konsumen yang peduli lingkungan, hemp atau rami, tampaknya belum mencapai popularitas yang sama. Pertanyaannya adalah: mengapa hemp belum digunakan secara luas?

Hemp adalah serat tumbuhan yang berasal dari tanaman Cannabis sativa. Ini adalah tanaman yang kuat dan tumbuh dengan cepat, memberikan hasil yang melimpah dalam waktu singkat. Sejak dulu, manusia telah menggunakan hemp untuk berbagai keperluan, seperti membuat kain, tali, bubuk kayu, dan kertas. Sebagai bahan baku yang berkelanjutan, hemp tidak membutuhkan banyak air atau pestisida untuk tumbuh dan dapat digunakan kembali dalam waktu yang relatif singkat, menjadikannya pilihan yang lebih baik daripada banyak bahan alami lainnya.

Salah satu alasan utama mengapa hemp belum digunakan secara luas adalah karena konotasi negatif yang terkait dengan tanaman Cannabis sativa itu sendiri. Tanaman ini terkait erat dengan marijuana, yang merupakan varietas tanaman yang dikembangkan khusus untuk menghasilkan tingkat THC (tetrahydrocannabinol) yang tinggi – zat yang bertindak sebagai psikotropika yang mengakibatkan efek euforia pada penggunanya. Meskipun hemp berbeda dari marijuana karena kandungan THC-nya yang rendah, stigma negatif terus melekat padanya dan menyebabkan banyak orang menghindarinya. Sementara beberapa negara dan negara bagian telah mulai melegalkan cannabis baik untuk tujuan medis maupun rekreasi, stigma ini masih terdapat di banyak masyarakat dan menyebabkan penggunaan hemp yang kurang diminati.

Selain itu, industri hemp terbatas oleh batasan hukum di berbagai negara. Beberapa negara melarang atau membatasi pertumbuhan dan penggunaan hemp karena kaitannya dengan tanaman cannabis yang berkonotasi negatif. Ini membatasi skala produksi dan distribusi hemp secara komersial, yang pada gilirannya mengurangi ketersediaan produk hemp untuk konsumen. Sementara beberapa negara telah memperkenalkan peraturan yang lebih progresif terkait dengan hemp, masih ada banyak negara yang harus melangkah lebih jauh untuk menghilangkan batasan tersebut dan memberikan potensi hemp yang lebih luas dan lebih luas di pasar.

Selain stigma dan batasan hukum, infrastruktur yang terbatas juga menjadi alasan mengapa hemp belum digunakan secara luas. Industri hemp masih dalam tahap perkembangan dan belum memiliki infrastruktur yang matang atau terintegrasi secara lengkap. Proses produksi, pengolahan, dan distribusi hemp membutuhkan fasilitas yang khusus dan berkualitas tinggi. Tanaman hemp juga membutuhkan fasilitas pengolahan yang berbeda dengan tanaman lainnya. Masih banyak negara yang tidak memiliki fasilitas ini, sehingga menghambat penggunaan yang lebih luas dari hemp.

Namun, meskipun hemp belum digunakan secara luas, ada kemajuan yang lambat namun pasti dalam mempopulerkannya. Banyak perusahaan telah mulai mencari cara untuk memanfaatkan hemp sebagai bahan baku dalam produk mereka. Produk-produk seperti kain, skincare, makanan, minuman, dan lilin semakin menggunakan hemp sebagai opsi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, banyak organisasi dan penggiat lingkungan telah bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat hemp dan menghapus stigma negatif yang terkait dengannya.

Secara keseluruhan, hemp memiliki potensi besar sebagai bahan baku yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun, kendala seperti stigma negatif, batasan hukum, dan infrastruktur yang terbatas telah menghambat penggunaan lebih luas dari hemp. Meskipun demikian, melalui upaya kolektif masyarakat dan pemerintah, hemp bisa menjadi alternatif yang lebih populer dan lebih diterima di masa mendatang.