BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Why not use biodegradable plastic?

2023-11-22

Mengapa Tidak Menggunakan Plastik yang Mudah Terurai?

Di tengah keprihatinan yang meningkat tentang masalah limbah plastik di seluruh dunia, muncul pertanyaan yang wajar - mengapa tidak menggunakan plastik yang mudah terurai sebagai solusi? Biodegradable plastic, atau yang lebih dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai plastik mudah terurai, adalah plastik yang secara alami terurai dalam jangka waktu tertentu. Namun, meskipun terkesan sebagai solusi yang menarik, ada berbagai alasan mengapa penggunaan plastik mudah terurai mungkin tidak selalu merupakan pilihan yang tepat.

Pertama-tama, ada pertanyaan mengenai efisiensi plastik mudah terurai dalam penanganan limbah. Jarang ada sistem pengolahan limbah domestik atau komersial yang dirancang khusus untuk menguraikan plastik mudah terurai. Ini berarti bahwa seringkali plastik mudah terurai berakhir di tempat pembuangan akhir yang sama dengan plastik biasa. Akibatnya, dekomposisi plastik mudah terurai membutuhkan waktu yang lebih lama karena tidak memiliki lingkungan yang optimal untuk terurai.

Selain itu, plastik mudah terurai juga cenderung membutuhkan kondisi tertentu untuk terurai sepenuhnya. Suhu yang tepat, kelembaban, dan lingkungan mikroba yang tepat semuanya adalah faktor kunci dalam dekomposisi plastik mudah terurai. Namun, ketika plastik mudah terurai berakhir di tempat pembuangan sampah yang tertutup atau terbakar secara terkontrol, kondisi ini seringkali tidak terpenuhi, sehingga menghambat proses dekomposisi. Hasilnya adalah plastik mudah terurai yang tetap ada dalam lingkungan tidak sama dengan yang diharapkan.

Kemudian, ada pula masalah dengan produksi plastik mudah terurai. Meskipun mungkin terlihat sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan, pembuatan plastik mudah terurai sebenarnya memerlukan jumlah energi yang lebih besar dibandingkan pembuatan plastik biasa. Prosesnya juga cenderung menggunakan bahan-bahan yang lebih langka dan mahal. Jadi, ketika memperhitungkan dampak keseluruhan dari siklus hidup plastik mudah terurai, muncul pertanyaan apakah itu jauh lebih baik bagi lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional.

Selain itu, ada pula risiko adanya kesalahpahaman antara plastik yang mudah terurai dengan bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang diproduksi dari bahan-bahan organik, seperti pati jagung atau tebu. Plastik ini biasanya lebih mudah terurai daripada plastik konvensional dan dapat diperbaharui secara teratur. Namun, bioplastik tidak selalu dipecah dengan cepat oleh mikroba alami dalam lingkungan. Dalam beberapa kondisi, bioplastik bahkan mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk terurai dibandingkan dengan plastik konvensional. Oleh karena itu, substitusi langsung plastik konvensional dengan bioplastik juga harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Terlepas dari masalah ini, penting untuk mengakui upaya industri dalam mengembangkan plastik yang lebih ramah lingkungan. Banyak produsen plastik dan organisasi penelitian sedang berkomitmen untuk menciptakan solusi yang lebih baik dalam menangani limbah plastik. Ini termasuk pengembangan teknologi yang mampu menghasilkan plastik yang mudah terurai secara efisien dan penuh ramah lingkungan, serta mendukung sistem pengolahan limbah yang lebih baik.

Keputusan tentang penggunaan plastik mudah terurai harus didasarkan pada pandangan holistik tentang dampaknya pada lingkungan dan ketersediaan teknologi untuk memprosesnya secara efektif. Meskipun plastik mudah terurai menawarkan potensi yang menarik sebagai solusi pengganti plastik konvensional, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum dapat secara luas digunakan sebagai solusi untuk masalah limbah plastik.

Dalam kesimpulan, meskipun terlihat sebagai alternatif yang menarik untuk mengatasi masalah limbah plastik, penggunaan plastik mudah terurai tetap memiliki banyak kekurangan. Masalah seperti penguraian yang lambat, kondisi dekomposisi yang tidak ideal, pembuatan yang memerlukan energi lebih banyak, serta kesalahpahaman dengan bioplastik adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mempertimbangkan penggunaannya. Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi masalah limbah plastik harus mencakup pendekatan terpadu dan multiseluler yang mempertimbangkan berbagai aspek termasuk pengurangan pemakaian plastik, pengolahan limbah yang efektif, serta inovasi dalam pengembangan material yang ramah lingkungan.