BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

biodegradable plastic bags material

2023-11-23

Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan telah menjadi topik yang semakin penting bagi masyarakat global. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah polusi plastik yang melanda lautan dan daratan. Untuk mengurangi dampak polusi plastik, konsumen dan pelaku bisnis di seluruh dunia semakin menyadari pentingnya penggunaan tas plastik yang dapat terurai secara alami, atau yang dikenal sebagai biodegradable plastic bags.

Biodegradable plastic bags adalah jenis tas plastik yang terbuat dari materi yang dapat terurai secara alami dalam waktu tertentu. Biasanya, tas plastik konvensional terbuat dari bahan polyethylene (PE) yang tidak dapat terurai dengan cepat dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk hancur. Namun, biodegradable plastic bags terbuat dari bahan yang terdiri dari polimer alami seperti pati singkong, pati jagung, dan polihidroksialkanoat (PHA).

Salah satu keunggulan biodegradable plastic bags adalah kemampuan untuk membusuk dan terurai di alam dengan lebih cepat daripada tas plastik konvensional. Dalam kondisi yang sesuai, tas ini dapat terurai dalam waktu 3 hingga 6 bulan. Selain itu, proses pembuatan tas ini juga menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembuatan tas plastik konvensional.

Biodegradable plastic bags juga memiliki beberapa jenis, yaitu, oxo-degradable plastic bags dan bioplastik. Oxo-degradable plastic bags adalah tas plastik yang mengandung aditif yang memberikan kemampuan bagi tas tersebut untuk terdegradasi secara alami. Tas plastik ini memiliki kemampuan memecah menjadi fragmen yang lebih kecil dengan bantuan faktor lingkungan seperti panas dan sinar matahari.

Sementara itu, bioplastik adalah plastik yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti tanaman atau alga. Bahan-bahan ini dapat diubah menjadi plastik melalui proses fermentasi atau sintesis biokimia. Bioplastik membutuhkan waktu terurai yang lebih lambat, biasanya beberapa tahun, tetapi mereka masih dianggap lebih baik untuk lingkungan karena mereka tidak meninggalkan jejak polusi yang sama dengan plastik konvensional.

Keberadaan biodegradable plastic bags memberikan harapan bagi upaya pengurangan limbah plastik dan perlindungan lingkungan. Penggunaan tas plastik yang dapat terurai secara alami sangat penting karena dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lautan dan lahan selama ratusan tahun.

Namun, meskipun biodegradable plastic bags menawarkan manfaat lingkungan, masih terdapat beberapa masalah terkait dengan penggunaan dan daur ulang tas ini. Pertama-tama, biodegradable plastic bags memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai agar dapat terurai dengan baik. Jika tas ini terbuang sembarangan atau berakhir di tempat pembuangan sampah yang tidak memenuhi kondisi ideal, maka tas ini juga dapat menyebabkan polusi lingkungan yang sama dengan tas plastik konvensional.

Selain itu, biodegradable plastic bags yang terbuat dari tanaman atau alga mengharuskan penggunaan lahan dan sumber daya air yang signifikan untuk produksi massal. Ketersediaan lahan dan air yang terbatas telah menjadi faktor pembatas dalam produksi bioplastik dalam skala besar.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif dari konsumen, pelaku bisnis, dan pemerintah. Konsumen harus dibiasakan menggunakan kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Perusahaan juga perlu mencari alternatif lain, seperti mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan produk mereka dan mendukung penelitian untuk mengembangkan biodegradable plastic bags dengan kualitas yang lebih baik.

Pemerintah juga perlu berperan dalam pengurangan polusi plastik dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan tas plastik konvensional dan memberikan insentif bagi perusahaan yang menggunakan atau mengembangkan biodegradable plastic bags.

Dalam kesimpulannya, biodegradable plastic bags adalah langkah maju dalam pengurangan polusi plastik dan perlindungan lingkungan. Namun, kesuksesan penggunaan tas ini tergantung pada tingkat kesadaran dan tindakan kolektif dari konsumen, pelaku bisnis, dan pemerintah. Untuk mencapai lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, perubahan dalam pola konsumsi dan kebijakan adalah hal yang sangat penting.