BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

bioplastic vs biodegradable plastic

2023-11-24

Dalam beberapa tahun terakhir, ketertarikan terhadap penggunaan plastik biodegradable dan bioplastik telah meningkat secara signifikan. Keduanya dianggap sebagai solusi yang lebih baik untuk mengurangi dampak negatif plastik konvensional terhadap lingkungan. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara bioplastic dan biodegradable plastic? Dan mana yang lebih baik?

Bioplastic adalah jenis plastik yang terbuat dari bahan alami atau organik seperti jagung, gandum, atau tebu. Bahan-bahan ini dapat diubah menjadi polimer yang memiliki sifat mirip dengan plastik konvensional yang terbuat dari bahan bakar fosil. Proses produksi bioplastik ini menggunakan bahan baku terbarukan yang dapat diperbaharui, sehingga dianggap lebih ramah lingkungan daripada plastik konvensional. Jenis bioplastik yang paling umum adalah polilaktat (PLA), yang dihasilkan melalui fermentasi gula dari tanaman.

Di sisi lain, plastic biodegradable adalah jenis plastik yang mengalami degradasi alami melalui proses biologi seperti bakteri atau jamur. Plastic biodegradable dapat terurai menjadi bahan organik seperti air, karbon dioksida, dan humus dalam waktu tertentu sesuai dengan kondisi tempat penguraian terjadi. Ada dua tipe biodegradable plastic yang umum, yaitu bioplastic yang biodegradable dan non-bioplastic yang biodegradable. Bioplastic yang biodegradable merupakan kombinasi antara bioplastik dan plastic biodegradable.

Keuntungan utama bioplastik adalah bahan dasarnya dapat diperbaharui dan sumber dayanya terbarukan. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan mengurangi emisi karbon dioksida. Selain itu, bioplastik juga cenderung memiliki jejak karbon yang lebih rendah dalam proses produksi. Namun, bioplastik tidak selalu biodegradable, tergantung pada jenis polimer yang digunakan. Jika bioplastik tidak memenuhi syarat untuk mengalami dekomposisi alami, maka masih akan meninggalkan limbah yang sama seperti plastik konvensional.

Plastic biodegradable, di sisi lain, memang dapat terurai secara alami. Namun, proses penguraian ini biasanya membutuhkan kondisi spesifik yang hanya dapat ditemui di fasilitas daur ulang yang memiliki perlengkapan khusus. Dalam lingkungan umum, plastic biodegradable mungkin tidak terurai dengan baik, dan dalam beberapa kasus, dapat menghasilkan gas rumah kaca yang lebih banyak daripada plastik konvensional saat terdegradasi dengan cara yang tidak benar.

Pilihan antara bioplastic dan biodegradable plastic tergantung pada tujuan penggunaannya. Jika tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan plastik berbasis minyak bumi dan menciptakan sumber daya yang lebih lestari, maka bioplastik merupakan pilihan yang lebih baik. Namun, jika tujuannya adalah untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan dan mengurangi kerusakan ekosistem, terutama di lautan, maka penggunaan plastic biodegradable mungkin lebih diinginkan.

Perlu diingat bahwa kedua jenis plastik ini masih memiliki beberapa keterbatasan dan tantangan yang perlu diatasi. Penggunaan bioplastik masih terbatas karena biaya produksi yang lebih tinggi dan keterbatasan teknologi. Sedangkan untuk plastic biodegradable, terdapat kekhawatiran tentang kemampuan penguraiannya saat terbuang dan potensi dampak negatifnya pada kondisi lingkungan tertentu.

Dalam kesimpulannya, bioplastic dan biodegradable plastic keduanya merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk mengatasi masalah limbah plastik yang semakin meningkat, diperlukan pendekatan yang holistik seperti mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan, mengembangkan teknologi daur ulang yang lebih baik, dan mendukung penggunaan plastik alternatif yang lebih ramah lingkungan.