BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

how long does biodegradable plastic take to decompose

2023-11-27

Plastik konvensional adalah sumber masalah lingkungan yang serius. Plastik yang tidak terurai ini mencemari lautan, tumpukan sampah, dan berkontribusi pada perubahan iklim. Namun, kehadiran plastik di dunia modern tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, solusi yang menjanjikan adalah menggantikan plastik konvensional dengan plastik biodegradable.

Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Seiring dengan waktu, plastik biodegradable akan terurai sepenuhnya, meninggalkan jejak lingkungan yang jauh lebih rendah daripada plastik konvensional. Namun, bagi banyak orang, pertanyaan yang sering diajukan adalah seberapa lama plastik biodegradable membutuhkan waktu untuk terurai dan apakah memang dapat menjadi solusi yang efektif.

Tingkat kecepatan terurai plastik biodegradable sangat bervariasi tergantung pada komposisi materi, lingkungan tempat plastik tersebut berada, dan kondisi mikrobial. Ada beberapa jenis plastik biodegradable yang umum digunakan, seperti poli(laktat) (PLA), poli(hidroksibutirat) (PHB), poli(etilena) (PE), dan sebagainya. Masing-masing jenis plastik ini memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk waktu degradasi yang berbeda pula.

Pada umumnya, plastik biodegradable membutuhkan waktu antara 3 hingga 6 bulan untuk terurai sepenuhnya. Namun, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mempercepat degradasi plastik. Salah satunya adalah suhu. Suhu yang lebih tinggi akan meningkatkan laju degradasi, sementara suhu yang lebih rendah akan memperlambatnya. Selain itu, lingkungan mikrobial yang kaya akan bakteri dan jamur juga akan mempercepat degradasi plastik. Oleh karena itu, membuang plastik biodegradable ke dalam kompos atau tempat pembuangan sampah yang mengandung mikroorganisme akan mempercepat proses degradasi.

Meskipun plastik biodegradable memiliki keuntungan dibandingkan dengan plastik konvensional, mereka juga memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, mereka seringkali lebih mahal untuk diproduksi dan memiliki sifat fisik dan mekanis yang kurang baik dibandingkan dengan plastik konvensional. Selain itu, terkadang diperlukan kondisi lingkungan yang khusus agar plastik biodegradable dapat terurai sepenuhnya. Jika tidak ada kondisi mikrobial yang memungkinkan, plastik biodegradable bisa jadi tidak terurai sama sekali dan akan menciptakan polusi lingkungan yang sama seperti plastik konvensional.

Untuk membuat penggunaan plastik biodegradable menjadi lebih efektif, pendekatan holistik diperlukan. Ini berarti meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan plastik biodegradable dan memastikan bahwa perusahaan yang memproduksi plastik ini memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan tertentu. Selain itu, pemerintah juga harus memberlakukan kebijakan dan aturan yang mengarahkan industri untuk beralih ke plastik biodegradable.

Akhir kata, plastik biodegradable adalah salah satu solusi yang menjanjikan untuk mengurangi dampak negatif plastik konvensional terhadap lingkungan. Meskipun membutuhkan waktu tertentu untuk terurai sepenuhnya, plastik biodegradable dapat menjadi langkah maju dalam menangani masalah sampah plastik global. Namun, penting untuk diingat bahwa plastik biodegradable bukanlah satu-satunya solusi. Mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan, mendaur ulang, dan menggunakan bahan kemasan alternatif juga perlu dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal.