BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

how long does plastic take to decompose in the ocean

2023-11-27

Plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius yang dihadapi dunia saat ini. Setiap tahun, sekitar 8 juta ton plastik masuk ke samudra, mengancam kehidupan laut dan ekosistemnya. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah berapa lama plastic membutuhkan waktu untuk terurai di lautan. Artikel ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai topik tersebut, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, penting untuk memahami bahwa plastik tidak terurai dengan sendirinya. Plastik adalah bahan buatan manusia yang terbuat dari polimer yang sangat tahan terhadap proses alami seperti dekomposisi. Proses dekomposisi plastik membutuhkan waktu sangat lama, bertahun-tahun bahkan berabad-abad, tergantung pada jenis plastik dan kondisi di dalam samudra.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan dekomposisi plastik di lautan. Pertama, jenis plastik sangat berperan. Plastik konvensional seperti polietilena (PE), polipropilena (PP), dan polivinil klorida (PVC) membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Studi menunjukkan bahwa plastik ini dapat bertahan di lautan selama hingga ratusan tahun sebelum terurai sepenuhnya.

Kedua, kondisi lingkungan di dalam samudra juga menjadi faktor penting. Suhu air, paparan sinar matahari, dan tingkat oksigen dalam air laut mempengaruhi kecepatan dekomposisi plastik. Di dalam air laut yang dingin dan gelap, dekomposisi akan lebih lambat daripada di daerah yang panas dan terkena sinar matahari langsung. Ketinggian dan arus laut juga dapat mempengaruhi pergerakan dan pemecahan plastik, sehingga mempengaruhi kecepatan dekomposisi.

Selain itu, keberadaan mikroorganisme yang mampu mendekomposisi plastik juga memainkan peran penting. Beberapa mikroorganisme laut memiliki kemampuan untuk memecah ikatan kimia dalam plastik, sehingga mempercepat proses dekomposisi. Namun, seiring tingginya jumlah plastik yang masuk ke laut, populasi mikroorganisme ini mungkin tidak mampu mengimbanginya, sehingga dekomposisi plastik terhambat.

Namun, penting untuk diingat bahwa dekomposisi plastik di lautan menghasilkan partikel-partikel plastik yang lebih kecil, yang dikenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik dapat terdiri dari fragmen plastik yang telah terurai, atau dapat berasal dari produk perawatan pribadi seperti scrub wajah mikroplastik. Mikroplastik sangat berbahaya bagi organisme laut karena mereka dapat dengan mudah tertelan dan masuk ke dalam rantai makanan.

Selain mengancam kehidupan laut, plastik juga memiliki dampak yang signifikan pada manusia. Banyak spesies ikan dan moluska yang diketahui mengonsumsi plastik, sehingga plastik akhirnya masuk ke dalam sistem pangan manusia. Belum lagi dampak negatif lainnya seperti hilangnya habitat laut dan kerugian ekonomi di sektor perikanan dan pariwisata.

Dalam kesimpulannya, plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai di lautan. Beberapa jenis plastik dapat bertahan selama ratusan tahun sebelum terurai sepenuhnya. Faktor-faktor seperti jenis plastik, kondisi lingkungan di dalam samudra, dan mikroorganisme laut berperan penting dalam mempengaruhi kecepatan dekomposisi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mempromosikan praktik pengelolaan limbah yang lebih baik guna mengatasi masalah plastik di lautan.