BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

what happens to compostable bags in landfill

2023-11-29

Apa yang Terjadi pada Kantong Kompos dari Sampah di TPA

Jumlah sampah plastik yang dihasilkan setiap tahun terus meningkat di seluruh dunia. Dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik, beberapa produsen telah mengembangkan kantong kompos yang diklaim dapat terurai dengan cepat di dalam tanah. Namun, pertanyaannya adalah, apa yang terjadi pada kantong kompos ketika dibuang di tempat pembuangan sampah (TPA)?

Kantong kompos terbuat dari bahan-bahan organik seperti pati jagung atau pati kentang yang dirancang untuk terurai melalui proses komposing. Prinsip di balik kantong kompos adalah bahwa mereka akan mengalami dekomposisi secara alami ketika terpapar lingkungan yang hangat dan lembap, seperti dalam tumpukan kompos. Namun, di TPA, kondisinya berbeda.

Ketika kantong kompos dibuang di TPA, mereka terkubur di antara tumpukan sampah lainnya. TPA biasanya ditutup dengan lapisan tanah setiap hari untuk mengurangi bau dan mencegah hama. Namun, lapisan tanah ini juga mengurangi akses udara dan kelembaban ke dalam tumpukan sampah.

Ketika terkubur di TPA yang kekurangan akses udara, kantong kompos akan mengalami proses anaerobik, yaitu dekomposisi tanpa adanya oksigen. Dalam lingkungan anaerobik, proses dekomposisi menjadi lebih lambat daripada dalam kondisi aerobik. Karena kantong kompos dirancang untuk mengalami degradasi melalui mikroorganisme dalam proses aerobik, mereka mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terurai secara penuh dalam TPA.

Selain itu, kantong kompos juga bisa menghambat dekomposisi bahan organik lainnya di dalam tumpukan sampah. Plastik kompos yang tidak terurai dengan cepat dapat membentuk lapisan pelindung di sekitar bahan organik, mencegah akses mikroorganisme ke materi tersebut. Hal ini juga berarti bahwa nutrisi yang biasanya dilepaskan melalui dekomposisi bahan organik mungkin tidak tersedia secara efektif bagi mikroorganisme dan tanaman di TPA.

Selanjutnya, kantong kompos yang terbuat dari pati jagung atau pati kentang masih memiliki jejak karbon yang dapat dilepaskan ke lingkungan saat terurai. Meskipun karbon yang dilepaskan mungkin tidak sebanyak plastik konvensional, dampaknya masih dapat terasa ketika kantong kompos terurai di dalam TPA yang tertutup.

Terakhir, ada juga isu terkait dengan pengepakan ulang kantong kompos. Saat ini, tidak ada standar yang jelas mengenai pengepakan ulang plastik kompos yang sudah terpakai. Jika kantong kompos dipindahkan ke fasilitas daur ulang plastik, mereka mungkin tidak akan terurai dengan baik dalam pengolahan tersebut. Ini berarti bahwa penggunaan kantong kompos dapat menyebabkan masalah dalam rantai daur ulang dan menghambat upaya pengurangan sampah plastik.

Dalam kesimpulan, ketika kantong kompos dibuang di TPA, mereka mungkin tidak dapat terurai dengan cepat dan efektif seperti yang dijanjikan oleh produsen. Proses anaerobik yang dominan di dalam TPA membuat degradasi menjadi lebih lambat, dan kantong kompos dapat menghambat dekomposisi bahan organik lainnya. Terlebih lagi, jejak karbon dari kantong kompos juga dapat dilepaskan ke lingkungan.

Ini menunjukkan bahwa meskipun menggunakan kantong kompos adalah langkah yang baik dalam mengurangi penggunaan plastik konvensional, upaya pengurangan sampah plastik lainnya seperti penggunaan kantong kain yang tahan lama dan pengurangan keseluruhan penggunaan plastik masih merupakan langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan.